![]() |
| Poto : Wahyudi Supercup |
K.STV (Lombok Tengah) – Serijaya FC berhasil keluar sebagai juara Champion Wahyudi Super Cup II 2026 setelah mengalahkan Prestige FC melalui drama adu penalti pada partai grand final yang berlangsung di Lapangan Peseng, Lombok Tengah, Kamis (9/7/2026).
Laga puncak berlangsung sengit sejak menit awal. Kedua tim sama-sama tampil disiplin dan mampu meredam serangan lawan. Sejumlah peluang berhasil diciptakan, namun tidak ada satu pun yang berbuah gol hingga waktu normal berakhir. Skor 0-0 memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak adu penalti.
Pada babak tos-tosan, Serijaya FC tampil lebih tenang. Lima eksekutor mereka sukses menjalankan tugas dengan baik sehingga memastikan kemenangan 5-4 atas Prestige FC. Hasil tersebut mengantarkan Serijaya FC menjadi kampiun Champion Wahyudi Super Cup II 2026.
Atas prestasi tersebut, Serijaya FC berhak membawa pulang trofi juara serta hadiah pembinaan sebesar Rp15 juta. Sementara Prestige FC yang harus puas sebagai runner-up memperoleh hadiah sebesar Rp11 juta.
Sementara itu, posisi Juara III Bersama diraih oleh Abah Family dan Merpati FC. Kedua tim sama-sama berhasil mencapai babak semifinal dan masing-masing menerima hadiah pembinaan sebesar Rp7 juta.
Selain penghargaan bagi tim terbaik, panitia juga memberikan apresiasi kepada para pemain yang tampil menonjol sepanjang turnamen. Lalu Kharis Lazuardi dinobatkan sebagai Top Skor setelah menjadi pencetak gol terbanyak di kompetisi tersebut.
Penghargaan Kiper Terbaik diberikan kepada Baehaki Indrawan berkat penampilan konsistennya di bawah mistar gawang selama turnamen berlangsung. Sementara Yodi Hari Hendra Kartana terpilih sebagai Pemain Terbaik (Best Player) berkat kontribusi besarnya dalam mengantarkan timnya tampil kompetitif hingga akhir kompetisi.
Champion Wahyudi Super Cup II 2026 menjadi salah satu turnamen sepak bola yang menyita perhatian pecinta sepak bola lokal. Antusiasme suporter yang memadati Lapangan Peseng pada partai final menjadi bukti tingginya minat masyarakat terhadap kompetisi sepak bola di Pulau Lombok.
