Iklan

Wednesday, 5 August 2026, August 05, 2026 WIB
Last Updated 2026-08-05T13:20:40Z
K.STV Sepak BolaNewssport

Agen Agung Ceritakan Awal Membawa King Polo ke Jabodetabek: "Dia Memang Menghibur", "Mau Gaya Bagaimana Terserah"

Poto : Headline NTB Media - Sc Raditya Dika

K.STV (Nasional)
 – Nama pesepak bola tarkam asal Lombok, Supriandi atau yang lebih dikenal sebagai King Polo, menjadi salah satu topik pembahasan dalam podcast Raditya Dika yang tayang pada Selasa (5/8/2026) dengan judul "Segini Bayaran Pemain Tarkam".


Dalam episode tersebut, Raditya Dika berbincang dengan Agung, pendiri Good Time Sports yang dikenal sebagai agen pemain tarkam. Salah satu pembahasan yang menarik perhatian adalah kisah awal Agung mengenal hingga membawa King Polo bermain di berbagai turnamen tarkam di wilayah Jabodetabek.


Agung mengatakan nama King Polo pertama kali sering ia dengar melalui pesan langsung (DM) dari masyarakat. Banyak yang meminta agar pemain asal Lombok tersebut diberi kesempatan tampil di turnamen-turnamen yang dikelolanya.


"Banyak yang DM, 'Mas Agung bawa dong King Polo nih dari Lombok.' Wah, kita coba bawa ke Jabodetabek," kata Agung.


Setelah melihat langsung penampilan King Polo, Agung menilai pemain tersebut layak dibawa karena selalu mampu menarik perhatian penonton.


"Lalu gimana cara saya menilai dia layak? Karena setiap King Polo datang pasti penonton banyak. Banyak yang request dan memang dia menghibur," ujarnya.


Menurut Agung, King Polo sudah lama dikenal di Lombok sebagai pemain dengan teknik individu yang tinggi. Gaya bermainnya dipenuhi berbagai trik sehingga sering mengingatkannya pada legenda sepak bola Brasil, Ronaldinho.


"Kalau King Polo ini memang terkenal di Lombok. Dia menghibur. Mainnya stylish, tekniknya tinggi. Gaya-gaya mainnya itu kayak trik-trik. Persis seperti Ronaldinho," ungkapnya.


Ia menjelaskan, banyak penonton sengaja datang untuk menyaksikan aksi-aksi King Polo saat melewati lawan dengan kemampuan olah bola yang menjadi ciri khasnya.


Agung mengaku memberikan peran khusus kepada King Polo setiap kali bermain dalam tim yang dikelolanya. Menurutnya, pemain lain diminta fokus mengejar kemenangan, sementara King Polo diberi kebebasan untuk menampilkan kreativitasnya di lapangan.


"Yang 10 pemain fokus main, jangan ngurusin si Polo. Polo mau gaya bagaimana terserah. Yang penting tim tetap fokus," katanya.


Meski demikian, Agung mengaku tetap mengingatkan King Polo agar mengutamakan kepentingan tim sebelum menampilkan aksi-aksi individu.


"Saya juga suka omelin, cetak gol dulu, poin dulu, baru kamu mau gaya bagaimana pun terserah," ujarnya.


Agung menambahkan, pemain dengan karakter seperti King Polo kini banyak dicari penyelenggara turnamen karena mampu menarik perhatian penonton. Selain menghibur di lapangan, aksi-aksinya juga kerap menjadi viral di media sosial seperti TikTok dan Facebook sehingga ikut meningkatkan popularitas sebuah turnamen.


Pembahasan mengenai King Polo dalam podcast Raditya Dika menunjukkan bahwa sepak bola tarkam tidak hanya melahirkan pemain dengan kemampuan teknis yang baik, tetapi juga pemain yang memiliki daya tarik hiburan dan mampu menarik antusiasme penonton di setiap pertandingan.